A moment to remember
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
mencinta...
mencintai seseorang berarti mau menerima segala apa yang ada seseorang tersebut baik itu kelebihannya, kekurangannya dan segala apa yang menyertai serta melekat pada diri orang tersebut merupakan topik utama yang diangkat dari film ini.
menariknya lagi karakter yang paling ditonjolkan adalah karakter sang tokoh pria, sebagai seorang suami yang mau menerima apa pun yang terjadi dan menimpa dengan istrinya dan tetap mencintai sang istri dengan sepenuh hati, segenap jiwanya.
ni film emeng bikin nangis bombai hueee
T_T
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
pemain :
> choi chul-soo : dimainkan oleh Woo-sung Jung
> kim su-jin : dimainkan oleh Ye-jin Son
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
karakter :
> choi chul-soo : gentle men, orang yang sangat keras dan kaku bahkan bisa dibilng kikuk mengungkapkan sesuatu tapi bawaanya santai aja, sangat percaya diri (*tipe orang yang tidak peduli apa kata dunia, ya memang inilah hidupku*),urak-an, keras kepala, berpendirian kuat, pendendam, pekerja keras, perhatian, setia, pengerian, dalam pekerjaan selalu menuntut kesempurnaan,teliti, perfeksionis(*sering dibenci orang karena sifat yang ini*).
>kim su-jin : lemah lembut,polos, lugu, perhatian, pemberani, keras kepala, berpendirian teguh, linglung, tubuhnya lemah.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
jalan cerita :
cerita diawali dengan setting stasiun kereta api, dimana Kim Su-jin menanti seseorang dengan menggenggam dua tiket kereta api, yang ternyata baru diketahui kemudian bahwa yang ditunggu su jin adalah kekasihnya yang telah memiliki istri dan mereka hendak pergi bersama alias melarikan diri. lama menunggu ternyata yang ditunggu tak kunjung datang, su jin akirnya menyerah untuk menunggu dan beranjak pulang.
dalam perjalanan pulang, su-jin mampir ke mini market untuk membeli coca-cola. dasar memang orang linglung, setelah mendapat uang kembalian ia langsung beranjak pulang dan ditengah jalan barulah ia ingat coca-cola yang tadi dibelinya ketinggalan. buru-buru ia kembali ke mini market. di pintu masuk mini market ia melihat seorang cowok kasar dan berantakan membawa coca-cola yang dikiranya itu coca-cola miliknya yang ketinggalan dan langsung main sambar saja meminumnya ketika sang cowok membukanya tanpa basa-basi dan ngomong sepatah kata pun bahkan malah bersendawa juga dan langsung juga main cabut pergi.
setelah menaiki bus, diaduk-aduk isi tasnya dan ia tidak menemukan dompetnya. ia pun kembali ke mini market, dimana dompet dan coca-cola yang dibelinya tadi ternyata masih disimpan sang pegawai mini market. merasa bersalah dengan sang cowok yang coca-colanya telah ia minum ia langsung berlari keluar berharap masih dapat menemukan sang cowok tadi. dan bisa ditebak sang cowok sudah tidak ada. ia pun pulang ke rumahnya.
keesokan harinya, su-jin kembali ke kantor tempat ia bekerja (*kantor disainer*), dikantor, ia menjadi bahan gunjingan perebut suami orang dan ia hanya menulikan pendengarannya saja.
beberapa hari kemudian, su-jin menemani ayahnya melihat-lihat proyek, tapi ia hanya menunggu di mobil. pada saat itulah ia melihat kembali sang cowok coca-cola, yang ternyata anak buah ayahnya di proyek.
dalam menghadapi pekerjaanya, salah seorang rekan Su-jin mendapat kesusahan karena pemborong yang mereka sewa untuk mengerjakansebuah ruangan kabur. su-jin pun menawarkan diri untuk membantu dengan dalih ia punya koneksi yakni sang ayah.
sang ayah pun menugaskan cowok coca-cola. ketika bersitatap dengan cowok coca-cola su-jin pun tidak punya muka untuk balas menatap. ketika su-jin hendak minum coca-cola dari mesin penjual minuman, sang cowok coca-cola gantian merebut coca-colanya plus dengan sendawa juga.
sepulang dari kantorsu-jin bertegur sapa dengan cowok coca-cola bahkan sang cowok juga menolongnya waktu ada jambret yang mencoba menjambret tasnya dan akirnya cowok coca-cola pun mengantar pulang su jin dengan pedenya pakai mobil bututnya.
setelah peristiwa itu, hubungan su-jin dan chul-soo kian dekat saja, mereka sering menghabiskan waktu bersama hingga su-jin hendak mengenalkan chul-soo dengan orang tuanya. chul-soo yang tidak mau terikat berusaha terus mengelak. tapi, su-jin yang juga keras kepala terus mengubernya mengikuti chul-soo kemana-mana bahkan dengan sengaja mempertemukan chul-soo dengan orang tuanya tanpa sepengetahuan chul-soo.
ayah su-jin yang pada awalnya tidak menyetujui hubungan mereka langsung berubah pendapat ketika melihat sikap chul-soo,yang begitu perhatian ketika su-jin pingsan di bawah hujan. dan akirnya menikahlah su-jin dan chul-soo. setelah menikah mereka menepati rumah yang selama ini di tempati chul-soo dengan perbaikan bagian sana-sini sampil jalan hingga rumah mereka terlihat lebih rapi dan modern.
kehidupan mereka setelah menikah berjalan dengan lancar, chul-soo yang telah lulus dari ujian arsitek, mempunyai karier yang terus menanjak. beragam rahasia yang melingkupi kehidupan chul-soo dimana chul-soo dari kecil mempunyai kehidupan yang berat semakin terkuak. sang arsitek dan disainer yang sama-sama mempunyai pekerjaan membangun suatu hal.
kehidupan memang berjalan dengan indah dengan banyak rencana-rencana tentang masa depan mereka. tapi, perlahan-lahan sikap su-jin yang suka linglung semakin parah saja. bahkan ia mulai kesulitan menemukan dan mengingat jalan pulang ke rumahnya. su-jin pun menghubungi dokter untuk memeriksakan kondisinya.
beragam test mulai ia lalui dan penyakit linglungnya makin parah saja. tak hanya itu, mantan pacarnya bahkan kembali untuk mengajak su-jin membina hubungan kembali dan pastinya ia menolak.
beberapa hari setelah pemeriksaan kondisinya ke dokter, su-jin pun mendapat hasilnya. dokter memfonis su-jin mengidap penyakit Alzheimer, dimana karena penyakit tersebut akan menghapus memoty otaknya perlahan-lahan sampai memorinya habis. dokter menasehatinya untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi penyakit alzheimer tersebut dan lebih baik ia mulai segera berhenti dari pekerjaannya.
su-jin dengan sangt berat hati menerima vonis penyakit yang dideritanya dan agar tidak membuat chul-soo kawatir ia pun hanya diam saja tidak memberi tau chul-soo. akan tetapi, prilaku su-jin yang makin aneh saja mulai membuat kawatir chul-soo. chul-soo pun mengunjungi dokter yang telah memeriksa kondisi istrinya, su-jin. dan betapa kagetnya ia mendengar apa yang dikatakan sang dokter bahkan ia nyaris marah-marah pada sang dokter mengira sang dokter mengada-ngada.
setelah itulah, perasaan serta rasa cintanya chul-soo yang sebenarnya pasa su-jin baru diuji. su-jin malah meminta cerai chul-soo. su-jin takut membuat chul-soo menderita dan sangat takut karena dirinya pasti akan melupakan chul-soo dan semua kenangan-kenangan mereka.
chul-soo yang sangat mencintai istrinya dengan tegas menolak gagasan cerai yang dilontarkan su-jin dan bertekat akan menjaga su-jin. chul-soo bahkan meminta su-jin agar jangan hawatir serta meminta su-jin untuk memasrahkan hidupnya dan menjadikan dirinya sebagai ingatan dan hati su-jin. ia akan langsung muncul jika su-jin kehilangan ingatannya. chul-soo mulai membuat banyak catatan yang kemudian ditempelnya di semua sudut dan benda yang ada dirumah mereka.
kondisi su-jin kian hari kian memburuk, ingatannya perlahan-lahan hilang timbul, antara ingat dan tidak. sering kali ia ingat dan sering ia lupa lagi dan ingat lagi begitu seterusnya.
orang tua su-jin yang mengetahui penyakit su-jin juga menawarkan agar mereka bercerai saja serta meminta chul-soo untuk melanjutkan hidupnya karena ia masih muda dan mereka juga menawarkan akan menjaga su-jin. dan kembali berulang chul-soo menolk tawaran orang tua su-jin tersebut dan bertekat akan menjaga istrinya bagaimanapun keadaan istrinya.
suatu pukulan telak bagi chul-soo ketika su-jin kehilangan ingatan dan memanggil chul-soo dengan nama mantannya dan mengatakan cinta padanya sewaktu ia akan pergi ke kantor. katika ingatan su-jin kembali ia pun merasa sangat menyesal dan langsung menulis surat perpisahan serta berusaha menghilang dari hadapan chul-soo serta meminta chul-soo menemui ayahnya untuk mrngusus surat cerai, dan lagi-lagi ia menolaknya.
ketika chul-soo bertekat untuk mencari istrinya ia mendapat surat yang ditulis istrinya ketika ingatannya sejenak kembali. dari cap pos surat yang diterimanya chul-soo pun langsung menuju tempat dikirimnya surat tersebut.
di sebuah rumah sakit di daerah pegunungan chul-soo pun akhirnya menemukan istrinya. akan tetapi su-jin sudah kehilangan ingatan akan keberadaan chul-soo dalam hidup sang istri.
pada setengah dari akhir cerita film ini,adegan-adegan yang ada begitu menyentuh. walau memang cerita pada film ini mirip dengan film "the notebook", akan tetapi karakter tokoh utama chul-soo yang ditampilkan dalam film ini dibuat lebih menonjol dan sikapnya sangat menyentuh penonton. apalagi jika ditilik dari asal film ini, yakni dari korea. dimana hal tersebut jarang sekali kita temui pada sebuah film karakter cowok lebih ditonjolkan dibanding karakter sang cewek.
dari segi gambar sendiri memang tampak jelek pada awalnya bahkan make-up sang cewek terlihat sangat menor tidak seperti drama korea yang biasanya memakai make-up minimalis. tapi sejalan dengan cerita gambar perlhan-lahan tampak semakin bagus. dari backsound juga tampak lain dengan film-film korea lain yang umumnya selalu ceria, backsound film ini terdengar seperti lagu-lagu nostalgia. akan tetapi, sejalan dengan cerita memang lagu-lagu bergendree seperti itulah yang memang cocok untuk film ini sesuai dengan alur ceritanya.
intinya film ini memang kereeen bgt bgt lain dari yang lain. subuah arti kesetiaan dapat kita lihat dan makna dari mencintai dengan segenap jiwa pun tersampainkn dengan baik.
Sumber : http://briliani0001.multiply.com

0 komentar:
Posting Komentar